Skip to main content

WhatsApp vs Telegram

I guess I congratulate WhatsApp too soon. Not long after WhatsApp is bought by Facebook, the system went down. (At least a couple times here in Indonesia.) As I mentioned in previous post, many Indonesians are using WhatsApp for many things (as a backup of SMS/text msg).

When you depend on a system and the system is down, you're angry. And in this particular case, looking for another solution. Fortunately, there's Telegram. I am pretty sure that MANY Indonesians are installing Telegram right now. I do. This is the moment for Telegram to seize the day. I am pretty sure that their traffic will increase significantly. (And perhaps for Twitter or Google to buy Telegram!)

One of the features Telegram puts forward is secret chat. With the new Snowden-era I am sure that many would like this feature. Although, Indonesians are not so into privacy. Cost - in this particular case, Free - is the main feature. Second is small footprint (so it can run on inexpensive devices). Way to go Telegram.

and now, let be go back to my cellphone and configure Telegram.

Update: It is confirmed that many users are rushing towards Telegram. And, it caused Telegram problems. Ha. (See their twitter status and this: they were getting 100 requests per second.)

Comments

Popular posts from this blog

Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia,

Saya mengharapkan anda tidak melakukan penyerangan atau/dan pengrusakan situs-situs Indonesia dan Malaysia.

Saya mengerti bahwa akhir-akhir ini beberapa masalah di dunia nyata membuat kita kesal dan marah. Namun kekesalan tersebut sebaiknya tidak dilimpahkan ke dunia maya (cyberspace). Semestinya sebelum melakukan aksi yang berdampak negatif, kita bisa melakukan langkah-langkah positif seperti melakukan dialog (melalui email, mailing list, bulletin board, blog, dan media elektronik lainnya).

Kita harus ingat bahwa kita hidup bertetangga dan bersaudara. Yang namanya hidup bertetangga pasti mengalami perbedaan pendapat. Mari kita belajar bertetangga dengan baik.

Saya berharap agar kita yang hidup di dunia maya mencontohkan bagaimana kita menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan hati yang lapang, sehingga para pemimpin kita di dunia nyata dapat mencontoh penyelesaian damai. Mudah-mudahan mereka dapat lebih arif dan bijaksana da…

Band progressive rock baru?

Lepas dari yang serius-serius sebentar. Kita ke musik lagi.

Terus terang saya tadinya mulai merasa bahwa musik progressive rock bakalan mati. Seperti lirik dari lagu band Asia - "Rock and Roll Dream":

When I see your faces from the limousine. No chance of our survival...

Tapi setelah saya mendengarkan The Flower Kings, harapan tumbuh lagi. Band yang dimotori oleh Roine Stolt (gitar) memiliki nuansa (melodi?) yang selaras dengan band-band terdahulu. Mereka sanggup membawakan lagu Cinema Show-nya Genesis dengan sempurna. Bahkan lebih baik menurut saya. Jadi, para penggemar sekalian, progressive rock akan tetap tumbuh subur.

Roine Stolt juga menjadi bagian dari band Transatlantic yang juga memiliki nuansa progressive rock. Maklum, mereka campuran dari Dream Theater, Marillion, The Flower Kings, dan Spock's Beard. Meski, ada lagu bootleged live show mereka yang kedodoran membawakan lagu "Firth of Fifth" nya Genesis. Ternyata band besar bisa kedodoran juga.

Repotnya, mus…

Yummy ...

[seafood lamien @ banquet, singapore]